Tuesday, April 9, 2019

Isu Komputer dan Masyarakat 1

Ahli Kesehatan Mata Peringatkan Bahaya Virtual Reality


Ilustrasi (Foto: thinkstock)Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta - Menjajal virtual reality (VR) memang seru. Namun ada baiknya mempertimbangkan saran ahli kacamata, karena VR bisa merusak indera penglihatan.



Ahli kacamata senior dari Bupa Optical Karen Makin asal Australia menyebutkan, sebelumnya sudah ada bukti yang memperlihatkan keterkaitan antara headset VR dengan masalah mata, meski memang perlu riset lebih jauh lagi untuk menggali dampaknya dalam penggunaan jangka panjang. 

"VR adalah teknologi mengagumkan dan akan memainkan peranan besar di masa depan. Sudah ada banyak riset mengenai dampaknya dan ini menjadi perhatian karena efek jangka panjangnya belum diketahui," sebutnya seperti dikutip dari situs News.com, Minggu (26/2/2017).



Masalah dengan headset VR berhubungan dengan syaraf mata tegang dan kering. Ahli kesehatan mata menyebutnya refleks akomodasi-konvergensi.


Di dunia nyata, mata kita berkonvergensi dan fokus pada poin yang sama. Di dunia virtual, mata akan fokus pada layar yang sebenarnya jauh dari mata, namun mengkonvergensi perubahan objek di dunia virtual. 

"Jika Anda melihat layar komputer atau smartphone dan tablet, mata terkonvergensi sehingga mereka bertemu pada jarak yang sesungguhnya. Fokus mata pada jarak tersebut baik dan setara. Di VR, layar hanya sebagai jarak pendek," paparnya.

Para pembuat headset VR sendiri termasuk Google, Samsung dan Sony terus mengembangkan VR mereka lebih baik lagi dan ramah bagi mata. 

Sejauh ini, dampak menggunakan headset yang langsung terlihat dan sering dialami sebagian pengguna adalah pusing dan ingin muntah. Karenanya para pembuat headser VR merekomendasikan agar pengguna headset tidak berlama-lama dan beristirahat setiap 15 menit sekali. Headset VR juga tidak diperkenankan untuk digunakan oleh anak di bawah 12 tahun

Isu Komputer dan Masyarakat 2

Saat Peran Manusia Digantikan oleh Robot








Liputan6.com, Denpasar Perkembangan teknologi yang begitu pesat diprediksi oleh sebagian orang akan menggantikan tenaga manusia di perusahaan. Ditambah arus perubahan ekonomi yang begitu pesat, teknologi diyakini akan membuat perusahaan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal. Benarkah kekhawatiran itu?
Pada pertemuan The 10th Indonesia Human Resource Summit (IHRS) 2018 hal itu terungkap. Chairman IHRS 2018, Shauqi Gombang Aleyandra mengakui ada beberapa sektor pekerjaan dalam industri yang tergantikan kecanggihan teknologi. Khususnya robot. Hanya saja, kata dia, dari hasil penelitian hingga satu dekade ke depan, paling banyak hanya sekitar 15 persen saja teknologi dapat menggantikan peran manusia.
"Berdasarkan hasil penelitian dari McKinsey Global Institute menyatakan hanya sekitar 5 persen dari total pekerjaan yang ada saat ini yang dapat diotomasikan secara penuh. Bahkan, hingga sepuluh tahun ke depan itu maksimal hanya 15 persen saja," papar Aleyandra, Senin (17/9/2018).

Dengan kata lain, Aleyandra melanjutkan, peran manusia sebagai tenaga kerja masih belum dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi. Hanya saja, kemampuan manusia untuk dapat bekerja dan beradaptasi dengan teknologi merupakan hal yang tak bisa dielakkan.
"Tenaga kerja harus didorong untuk meraih puncak prestasinya seperti kreativitas, inovasi dan intuisi. Taknologi tidak dapat menggantikan kinerja manusia, tapi lebih mendorong manusia untuk lebih kreatif, inovatif dan intuitif," ujarnya. 
Ia mengakui belakangan ini, di tengah massifnya perkembangan teknologi yang semakin canggih muncul kekhawatiran teknologi akan menggantikan tenaga manusia dalam bekerja. Aleyandra memahami hal itu. Itu sebabnya pertemuan kali ini mengangkat tema ‘Humanizing Technology in Mananging Tomorrow People’.
"Selama setahun kemarin, trennya ketika membicarakan teknologi yang diingat adalah bagaimana teknologi akan menggantikan manusia. Ada kekhawatiran akan hal itu. Dapat saya sampaikan jika peluang manusia tidak tertutup untuk berkontribusi terhadap masa depan. Kami yakin peran manusia tidak tergantikan," katanya.

Isu Komputer dan Masyarakat 3

Dampak Negatif Penggunaan Internet yang Tidak Terkontrol bagi Pelajar

Internet merupakan jaringan komputer yang saling terhubung diseluruh dunia. Disana kamu bisa menemukan semua informasi yang dibutuhkan mulai dari informasi seputar teknologi, politik, ekonomi dan informasi hiburan lainnya. Bahkan kamu juga bisa menemukan kumpulan video video lucu yang tersebar di internet.
Pemanfaatan teknologi internet ternyata merambah ke berbagai aplikasi network seperti sosial media, chatting dan aplikasi lainnya. Untuk saat ini internet bisa dibilang sebagai sesuatu yang lumrah di kalangan masyarakat. Penggunaannya setiap saat, setiap detik setiap menit. Serasa bahwa internet adalah barang kebutuhan setiap hari. Tanpa sadar perangkat komunikasi pada saat ini memanfaatkan jaringan internet.
Kemajuan teknologi internet membuat teknologi seperti pesan singkat SMS dan telepon menjadi punah dan jarang digunakan. Untuk seorang pelajar pun penggunaan internet juga pastinya sangat sering mengingat sumber informasi belajar juga ada disana. Tapi, internet juga membawa dampak buruk bagi masyarakat khususnya yang saya bahas adalah bagi seorang pelajar.

Dampak Buruk Internet Bagi Seorang Pelajar

Seperti yang sudah saya jelaskan, internet membawa dampak baik bagi masyarakat dilain sisi penggunaan yang berlebihan juga sangat tidak bagus dan malah bisa menimbulkan dampak negatif. Berikut ini adalah beberapa dampak buruk penggunaan internet yang berlebihan bagi seorang pelajar.

1. Menyebabkan kecanduan

Sama halnya dengan rokok, internet ternyata bisa menyebabkan kecanduan bagi pemakai nya. Mereka rela berselancar di internet (browsing, sosmed, chatting, game online) hingga berjam jam tanpa henti. Bahkan saat bangun tidur pun bagi pecandunya akan mencari perangkat mobile untuk melihat chatting atau sosmed.
Dampak kecanduan bisa disebabkan oleh sosmed atau chatting, bahkan lebh parah adalah kecanduan video dewasa yang sangat banyak sekali tersebar di internet. Jika hal ini tidak segera di tanggulangi, seorang pelajar yang kecanduan internet akan menjadi anak yang anti sosial di lingkungan keluarga atau masyarakat.
Sebagai pelajar yang hidup di tengah masyarakat Indonesia alangkah sangat baik jika penggunaan internet digunakan untuk seperlunya pada kegiatan positif (komunikasi dengan orang jauh, game online pada waktunya dan tidak terlalu lama, dan tidak mencoba coba masuk situs dewasa). Ingatlah bahwa kecanduan berawal dari coba coba.
Tetapi bagi seorang internet marketer atau seorang pebisnis online, penggunaan internet setiap saat dan setiap waktu bagi saya tidak masalah toh itu merupakan pekerjaan yang menghasilkan uang dan bukan kegiatan yang konsumtif saja.

2. Menimbulkan Kejahatan Dunia Maya (Share Hoax dan Bullying)

Tanpa sadar pelajar yang sering menggunakan internet untuk kegiatan sosial media akan merasa bahwa itu adalah dunianya dan merasa berhak untuk melakukan apapun termasuk mengunggah foto dan video yang tidak seharusnya di unggah. Apalagi seorang pelajar mudah terpengaruh dengan berita berita palsu yang tersebar di dunia maya dan malah ikut ikutan membagikan berita tersebut.
Parahnya lagi ketika saya membuka situs sosial media terbesar (Facebook), saya menemukan banyak sekali pelajar yang membagikan berita yag mengujar kebencian padahal hal itu bisa membawa dampak buruk bagi dirinya karena melanggar UU ITE.
Dilain sisi, mereka para pelajar yang umumnya masih berusia belasan tahun gampang lepas kendali ketika ada bahan untuk dijadikan bullying. Tanpa disadari hal ini sangat berbahaya bagi mereka yang terkena bully, bisa menimbulkan depresi dan gangguan psikis.
Sebagai pengguna internet baik untuk sosial media, jadilah pengguna yang bijaksana. Kita adalah pelajar yang berpendidikan, jangan sampai terlihat bodoh di depan publik (sosial media). Jangan sampai juga memperlihatkan aib di media sosial seperti permasalah sekolah, teman, atau permasalahan memalukan yang lainnya.

3. Boros Uang dan Tidak Ramah Lingkungan

Bagi seorang pelajar yang belum bekerja atau berbisnis online, kecanduan internet tentu akan menyebabkan boros uang untuk membeli kuota data internet. Kecuali jika setiap saat kamu mendapatkan akses gratis internet melalui WiFi, uang tidak menjadi masalah. Tapi buat pelajar yang masih menggunakan kartu SIM pasti harus mengisi kuota data internet supaya bisa tetap terkoneksi.
Nah, untuk mendapatkan kuota data internet bisa membayar dengan sejumlah uang untuk pulsa dan dengan pulsa tersebut kamu bisa membeli paket internet. Cara lain untuk mendapat kuota internet adalah dengan membeli kartu yang sudah terdapat paketan internet di dalamnya.
Masalah timbul lagi disini, pemakaian kartu internet yang saat ini sering dilakukan adalah habis kuota buang. Artinya jika kartu sudah habis kuotanya maka akan dibuang dan membeli yang baru lagi. Jika semua orang Indonesia menerapkan pola hidup seperti ini akan menimbulkan dampak pada lingkungan yaitu bertambahnya limbah limbah kartu SIM. Meskipun kecil, jika seluruh Indonesia menerapkan pola pemakaian kartu paket internet seperti ini bisa saja jika dikumpulkan kartu SIM bisa sampai ratusan truk.
Pola penggunaan kartu internet semacam ini kerap saya temukan di lingkungan pelajar yang masih labil. Mereka menganggap bahwa dengan terus terkoneksi internet mereka melek teknologi, padahal memaketkan internet saja mereka tidak bisa ? Be smart guys.

4. Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh

Pernah kah kamu melihat penampakan sekumpulan anak mudah (pelajar) nongkrong di kafe atau warung tapi yang mereka lihat adalah layar handphone mereka masing-masing ? Bukannya ngobrol ngobrol tapi sibuk dengan dunia maya mereka sendiri. Hal ini sama saja menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.
Memang sih mendekatkan yang jauh adalah hal yang menguntungkan, tapi internet juga bisa menjauhkan yang dekat. Fisik mereka saling berdekatan tetapi hati dan nurani mereka jauh melayang diudara bersama sinyal sinyal internet.
Maka dari itu jika kamu memiliki komunitas ketika nongkrong bareng lebih baik handphonedi letakkan atau dimatikan saja. Berbincang bincang lah dengan teman supaya hubungan menjadi lebih dekat. Ketika waktunya ngegame ya ngegame, ketika waktunya main sosial media ya silakan, semua bisa kamu atur dengan manajemen waktu yang tepat.

5. Menimbulkan sifat malas

Dampak baik internet sangat banyak bagi pelajar yang rajin menggali informasi didalamnya. Tapi untuk pelajar yang “gila” internet hanya untuk kesenangan semata bisa menjadi boomerang bagi diri mereka sendiri dan akan menghancurkan masa depan. Baca berita tidak, baca artikel tentang pelajaran tidak, hanya main game online melulu saja. Itulah kebiasaan orang yang malas.
Saya harap kamu bukan salah satu yang menjadi korban internet ya.

Kesimpulan

Internet membawa dampak baik dan dampak buruk, salah satu yang menjadi korban dari internet adalah seorang pelajar. Siapapun yang menggunakan internet gunakan dengan bijak dan tidak melanggar aturan aturan yang berlaku. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. 

Artikel 3

4 Peran Penting Robot dalam Lingkungan Industri

Kini semakin mudah bagi siapa saja mengenal robot teknologi yang tentunya sudah menyentuh berbagai bidang. Pembuatan dari robot memang punya beragam tujuan dan salah satunya untuk mendatangkan manfaat di bidang industri. Industri merupakan salah satu bidang yang ketika berkembang akan mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi semua pihak. Industri mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga pengangguran pun menurun, selain itu meningkatkan kualitas hidup pihak yang terlibat. Memberikan dukungan untuk perkembangan di bidang industri tentu penting untuk dilakukan.
Peran Robot di Lingkup Industri
Pembuatan robot memiliki beragam tujuan dan salah satunya untuk dimanfaatkan di bidang industri yang ternyata perannya sangat besar. Adapun peran robot di dalam lingkup industri ini antara lain:

  • Membantu mengurus pekerjaan berbahaya,

Ada beberapa industri yang melibatkan resiko tinggi misalnya penggunaan zat kimia berbahaya dalam memproduksi obat tertentu. Ketika bersinggungan dengan kegiatan beresiko tinggi tentu akan membahayakan keselamatan karyawan. Memberi gaji besar tentu tidaklah cukup, maka robot bisa menyelesaikan masalah ini. Jikalaupun rusak masih memungkinkan diperbaiki, sementara karyawan yang meninggal tentu tidak bisa dihidupkan kembali.

  • Menjadikan proses produksi lebih efisien,

Mesin maupun robot teknologi di bidang industri sudah tentu akan membantu proses produksi yang semakin efisien. Dalam waktu yang terbilang singkat sebuah industri mampu menghasilkan produksi dengan kuantitas berlimpah. Tentunya dengan efisiensi kerja ini akan membantu meringankan beban karyawan sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan yang bersangkutan. Terlebih jika produknya memang diminati banyak orang maka meningkatkan produksi dengan bantuan robot akan menjadi solusi yang menguntungkan. Efektif pula memangkas biaya gaji karyawan karena mampu memangkas jam lembur.

  • Menyediakan lapangan kerja baru,

Menghadirkan robot di lingkungan industri ternyata juga membantu menyediakan lapangan kerja baru yang menarik untuk digeluti. Salah satunya menyediakan pegawai untuk merawat robot tersebut sehingga bisa beroperasi dengan baik sekaligus melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. Meskipun robot dirancang bekerja memakai teknologi komputer yang sudah diatur sesuai kebutuhan bukan berarti bebas kesalahan. Error pada robot akan menjadikan produksi mengalami kesalahan, maka butuh tenaga untuk mengawasi kualitas kerja para robot.

  • Menekan kesalahan dalam proses industri,

Manusia memiliki beberapa keterbatasan yang kemudian disempurnakan oleh kehadiran robot di lingkungan industri. Ketik manusia sebagai karyawan kerap melakukan kesalahan ketika tubuh letih akibat jam lembur, maka robot bisa melakukan perbaikan. Kinerja robot akan diawasi secara otomatis memakai komputer sehingga kesalahan sedikit sudah bisa dideteksi. Perbaikan pun bisa segera dilakukan dan dalam tempo singkat robot tersebut sudah mampu bekerja baik kembali. Tentunya dengan minimnya kesalahan akan menjaga kualitas produk industri, maka robot teknologi di lingkungan ini terbilang punya peran vital.

Artikel 2

3 Penggunaan Virtual Reality Alternatif dalam Kehidupan Sehari-hari


Beberapa hari yang lalu Valve baru saja memperbaharui halaman utama Steam dalam rangka memperkenalkan Virtual Reality (VR). Perubahan ini membuat saya membayangkan potensi game dan hal lainnya yang bisa hadir dalam VR, dan semakin lama saya membayangkannya, semakin jauh pikiran saya melayang entah ke mana.



Menurut Wikipedia, VR didefinisikan sebagai sebuah realita yang disimulasikan oleh komputer. Dengan kata lain saat menggunakan perangkat tersebut kita akan merasa seperti berada di dalam sebuah realita baru, tidak lagi di dalam dunia nyata. Berikut beberapa potensi pemanfaatan VR yang menurut saya akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat.

“Trailer” untuk Berkunjung ke Tempat Wisata

VR secara teori bisa mensimulasikan dirimu berkunjung ke berbagai negara yang ada, namun dengan teknologi saat ini sepertinya berwisata penuh ke sebuah kota atau negara dengan VR masih terlalu sulit untuk dilakukan.


Tapi, VR sudah bisa dimanfaatkan untuk menyajikan “trailer” dari berbagai tempat wisata. Sebagai contoh kamu bisa menggunakan VR untuk merasakan atmosfer serta melihat berbagai simulasi objek wisata yang bisa kamu kunjungi. Hal ini bisa membantumu untuk merencanakan jadwal dan objek wisata apa saja yang ingin kamu kunjungi.

Agen pariwisata juga bisa memanfaatkan teknologi ini dengan menyediakan perangkat VR di kantor, sehingga kamu bisa melihat berbagai simulasi objek wisata yang akan kamu kunjungi, sampai kamar hotel yang akan kamu tinggali. Hal ini akan sangat membantu calon pembeli dalam memilih paket tur yang ada.


Belajar Memasak (dan Lainnya)!


Sebagai seseorang yang sangat suka memasak, hal ini adalah salah satu faktor utama saya begitu bersemangat dengan perkembangan VR. Menurut hampir seluruh juru masak yang pernah mendidik saya, konsistensi adalah hal terpenting dalam memasak. Tidak ada gunanya jika kamu bisa memasak sebuah masakan yang lezat di hari Senin, namun menciptakan rasa yang berbeda saat memasak masakan yang sama persis di hari Selasa.



Job Simulator 2015 – Pastikan dapurmu tidak seperti ini.

Untuk menciptakan hasil masakan yang konsisten kamu harus terus berlatih dan memasak menu tersebut berulang kali sampai kamu benar-benar menguasainya. Hal ini menjadi masalah, karena setiap kali kamu memasak masakan tersebut tidak mungkin kamu buang, dan saya rasa semua orang pasti bosan memakan masakan yang sama terus menerus.

Saat ini sudah ada banyak game yang mengajarkan kamu cara memasak. Cooking Mama mungkin adalah salah satu contoh yang paling terkenal. Meskipun tidak terlalu detail, masakan yang kamu masak di game tersebut adalah masakan nyata dan cara memasak yang diperlihatkan terbilang tepat.

Belajar memasak menggunakan Cooking Mama? Kenapa tidak!

VR mampu menghasilkan simulasi yang cukup realistis sehingga kamu bisa belajar memasak tanpa harus menghabiskan bahan masakan. Cukup latih dirimu dengan memasak menu tertentu secara berulang, maka setidaknya latihanmu di dunia asli akan jauh lebih lancar dan konsisten. Tentu saja VR juga bisa dimanfaatkan untuk mempelajari hal lain seperti teknik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan lainnya.

Pengganti Atmosfer Ruangan

Sebagian orang cukup beruntung dan mampu memiliki tempat tinggal atau kamar yang didekorasi dengan indah dan suasana yang nyaman. Sebagian lain memiliki kamar yang kecil dan kurang nyaman, seperti saya. Meskipun terdengar seperti alasan, saya merasa kamar yang saya tinggali saat ini kurang mendukung untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif.

Illusive Man (Mass Effect), Pengguna VR Office sebelum VR diperkenalkan ke khalayak umum.

Saya rasa VR akan mampu mengatasi hal ini. Kamu dengan mudah bisa memasang perangkat VR dan langsung berpindah ke dunia virtual sesuai dengan keinginanmu. Entah itu kafe dengan suara-suara orang yang berbicara di sekitarmu, ruangan tenang dengan pemandangan taman sakura, sampai ruangan kayu dengan keindahan air terjun lengkap dengan gemuruhnya. Apapun atmosfer yang kamu perlukan untuk bersantai, VR bisa menciptakannya untukmu.

Tentu saja masih diperlukan aplikasi khusus untuk memungkinkanmu bekerja sambil menikmati hal ini. Jika yang dirubah hanya pemandangan maka kemungkinan besar kamu tidak bisa melihat objek apapun di dunia nyata dan bisa-bisa tidak sengaja menumpahkan air ke komputermu dan malah merusak semua hasil pekerjaanmu.
Mari Kita Berangan-Angan

Masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan menggunakan teknologi VR. Meskipun VR modern seperti Oculus dan Samsung Gear baru hadir dalam waktu yang sangat singkat, saya rasa kamu semua juga sudah bisa membayangkan potensi dari VR jika dilengkapi dengan kreativitas dari para penciptanya. Seperti apa game atau pemanfaatkan teknologi VR lainnya yang sudah kamu bayangkan?

sumber: https://id.techinasia.com/talk/penggunaan-virtual-reality-alternatif-kehidupan-sehari-hari

Artikel 1

Drone untuk Pemetaan

Drone Untuk Pemetaan Selain digunakan untuk foto dan video. Drone juga bisa digunakan untuk melakukan pemetaan. Pada artikel kali ini, saya akan mengajak anda untuk mengulas tentang pemanfaatan drone untuk pemetaan.


"Pemetaan Menggunakan Drone itu mahal, karena hasilnya bagus!"
Seberapa Efektif Drone Untuk Pemetaan?


Untuk menjawab pertanyaan diatas, tentu tidak mudah.

Kita membutuhkan argumen yang logis. Untuk bisa mencerna dengan baik proses pemetaan menggunakan drone ini. Dan soal efektifitas ini, kita bisa membagi dari beberapa sisi. Seperti dibawah ini;

Efektifitas dari Segi Biaya


Jika dilihat dari sisi biaya, kita tentu harus punya pembanding. Yang paling sering dibandingkan orang adalah antara Drone dengan Citra Satelit. Untuk lahan 10 Hektar, anda hanya menghabiskan uang sekitar 1.000.000.

Jika anda melakukannya menggunakan drone, sebut saja biaya tersebut untuk transport ke lokasi dan biaya makan minum selama pengolahan data. Jadi dari segi harga, pemetaan menggunakan drone, lebih efektif daripada dengan citra satelit maupun GPS.
Akurasi hasil?
Foto hasil penerbangan drone untuk pemetaan

Soal akurasi, Citra Satelit resolusi sangat tinggi. Hanya mampu 40cm (hasil resampling) sedangkan kamera drone bisa mencapai 4cm / pixel nya. Namun sayangnya, dari segi geometrik, drone lebih tinggi angka errornya. Sehingga dibutuhkan GCP, dengan bantuan GCP, data yang dihasilkan menjadi sangat akurat.

Jadi dari segi Akurasi, kamera drone jauh lebih efektif daripada Citra satelit, mencapai 1: 10.

Untuk melakukan GCP, anda sebaiknya menggunakan metode Real Time Kinematic (RTK) dengan GPS Total Station.

Waktu dan Proses


Bicara soal waktu, drone bisa memetakan wilayah seluas 3.000 Hektar dalam 1 hari, menggunakan jenis drone fixed wing.

Anda bisa mencoba untuk melakukan tracking GPS mengelilingi wilayah seluas 1.000 Ha. Pasti akan menguras tenaga dan membutuhkan waktu yang lama.

Jenis Drone untuk Pemetaan


Adapun jenis – jenis drone yang bisa digunakan untuk pemetaan bermacam – macam, tergantung pada luasan yang akan dipetakan. Beberapa opsi jenis drone yang bisa digunakan adalah sebagai berikut;

1. Rotary Wing
Jenis Rotary wing ini sangat mudah di gunakan untuk pemetaan. Namun sayangnya, drone jenis ini tidak bisa mengcover area yang luas. Saya sendiri hanya pernah sampai 15 Hektar menggunakan DJI Phantom 4 Pro.

Pada artikel sebelumnya saya juga sudah pernah membahas tentang proses pemetaan menggunakan DJI Phantom 3 Pro. Pemetaan ini bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Sudah pernah juga saya tulis tentang Cara Mudah melakukan pemetaan menggunakan Drone DJI.

Kekurangan Drone jenis ini memang pada kamera yang agak kurang jika dibandingan dengan kamera pada fixed wing yang menggunakan Mirrorless.

2. Fixed Wing
Drone jenis ini sangat direkomendasikan, salah satu model yang seringkali saya pakai adalah jenis Skywalker, bagi anda yang ingin membeli drone skywalker siap terbang, Bisa mengontak saya.
Drone Fixed Wing Untuk Pemetaan

Drone jenis skywalker bisa di costumize sesuai kebutuhan, bisa dipasangi sensor untuk NDVI dan sebagainya.

Jika anda ingin membeli drone, silahkan mengunjungi tempat membeli drone resmi. Namun jika anda bingung memilih drone yang cocok untuk pemetaan. Anda bisa mengikuti rekomendasi drone untuk pemetaan yang sudah saya buat.
Aplikasi untuk pemetaan menggunakan drone

Aplikasi yang akan digunakan dalam pemetaan menggunakan drone ini dibagi menjadi 2. Yaitu Pemetaan itu sendiri dan pengolahan hasil pemetaan.

Lebih lengkap tentang aplikasi untuk pemetaan menggunakan drone ini. Anda bisa pelajari dalam artikel sebelumnya yang berjudul Software untuk pemetaan menggunakan drone
Pemetaan

Untuk perencanaan sendiri, anda membutkan aplikasi seperti dibawah ini ;
DJI GO
Pix4DCapture
DroneDeploy

Anda bisa memilih ingin menggunakan Drone Deploy atau Pix4D Capture.

Bagi pengguna iPad juga ada aplikasi bernama GSPro.

Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk membuat mission plan. Cara kerjanya sama dengan Pix4D dan Dronedeploy.

Pengolahan Hasil

Pix4D Mapper

Pix4Dmapper adalah sebuah software pengolahan foto yang basisnya mencari ribuan titik yang sama antara satu foto dengan foto yang lain.

Setiap karakteristik titik yang ditemukan pada foto dinamakan keypoint.

Ketika 2 keypoint pada 2 foto yang berbeda ditemukan sama. Maka membuktikan bahwa kedua keypoint berada pada matched keypoint.

Setiap matched keypoint yang terkoreksi akan terolah ke dalam 1 titik 3D.

Namun ketika terdapat tumpang tindih/overlap di antara kedua foto, maka area yang tertangkap saat pengambilan menjadi lebih besar. Dan memiliki banyak titik keypoint yang dapat disatukan.

Semakin banyak titik keypoint maka semakin akurat penghitungan titik 3D tersebut.

Oleh karena itu, aturan utama adalah tetap menjaga overlap antar foto.

Rencana selama pengambilan foto adalah untuk mendapatkan efek foto dengan hasil maksimal, langkah pentingnya adalah didesain secara hati-hati.
Agisoft Photoscan Professional

Agisoft Photoscan adalah software 3D modelling menggunakan citra / foto yang direkam secara stereo/multi sudut. Sehingga dari paralaks antar foto yang dihasilkan dapat disusun sebuah model tiga dimensi dari foto.

Agisoft dapat digunakan untuk mengolah foto udara yang direkam menggunakan UAV/Drone. Sehingga dari hasil perekamannya dapat dihasilkan mosaic orthofoto, titik tinggi (elevation point clouds) dan DEM resolusi tinggi serta dapat ditampilkan secara tiga dimensi.

Agisoft Photoscan tergolong lengkap dan mampu mengakomodir kebutuhan pengolahan data drone, selain kemampuannya dalam melakukan mosiakin foto. Agisoft Photoscan juga mampu menghasilkan gambar yang memiliki Geographic Refrence.
Arcgis

Arcgis merupakan Suite Aplication yang didalamnya terdapat aplikasi – aplikasi sistem informasi geografis. Salah satu aplikasi yang sering digunakan untuk membuat peta adalah ArcMap.

Anda bisa mendownload modul lengkap pelatihan pemetaan menggunakan drone.
Kesimpulan

Drone sangat membantu dalam melakukan pemetaan, Mudah dan murag. Selain juga menjanjikan akurasi yang tinggi. sehingga pengguaan drone untuk pemetaan sangat di rekomendasikan.

Saya juga menyediakan jasa pelatihan drone yang bisa anda ikuti. Jangan sungkan untuk mengontak saya.

Jika anda memiliki pengalaman dan kesulitan dalam pemetaan menggunakan drone, anda bisa share di kolom komentar dibawah ini.

Jurnal Komputer dan Masyarakat

Paradigma,
Vol. 19, No. 2, September 2017
148 p-ISSN 1410-5063, e-ISSN: 2579-3500

Analisis Pemanfaatan Berbagai Media Sosial Sebagai Sarana Penyebaran Informasi Bagi Masyarakat
Yuni Fitriani

Manajemen Infomatika
AMIK BSI Bekasi
Jl.Cut Mutiah No.88 Bekasi
yuni.yfi@bsi.ac.id

Abstract— Information is a very important thing in life so that everyone is working to be able to access information quickly. The advent of the technological development that is the internet is becoming a necessity inseparable in life. We need the internet to communicate and to access information and to disseminate information to everyone. With the increasing use of the internet growing so rapidly, so the current information exchange can occur within seconds one of them through the innovation in social interaction that is social media. Social media today are not just simply to communicate and establish relationships with new people but also as a means of information dissemination. Social media is very easy to use as a means of dissemination of information in all fields such as bussiness, tourism, health, religion, and politics. However, in communicating or disseminating information through social media should be careful, because the Government has passed a law on Information and Electronic Transactions (UU ITE). UU ITE regulating various legal protection over activities that utilize the internet as a medium, good deals as well as the utilization of the information.
Keywords:Social Media, Dissemination of Information, UU ITE

Abstrak – Informasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehingga setiap orang berupaya untuk dapat mengakses informasi dengan cepat. Munculnya perkembangan teknologi yaitu internet menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Kita membutuhkan internet untuk berkomunikasi dan mengakses informasi serta untuk menyebarkan informasi kepada semua orang. Dengan makin berkembangnya penggunaan internet yang demikian pesat, maka arus pertukaran informasi dapat terjadi dalam hitungan detik salah satunya melalui inovasi dalam interaksi sosial yaitu media sosial. Media sosial saat ini tidak hanya sekedar untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Media sosial sangat mudah digunakan sebagai sarana penyebaran informasi di semua bidang. Di penulisan ini hanya membahas beberapa bidang saja seperti bidang pendidikan, bisnis, pariwisata, kesehatan, keagamaan, dan politik. Namun, dalam berkomunikasi maupun menyebarkan informasi melalui media sosial harus berhati-hati, karena pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU ITE mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya.
Kata Kunci: Media Sosial, Penyebaran Informasi, UU ITE


I. PENDAHULUAN

Setiap orang membutuhkan informasi untuk menunjang aktivitas mereka, sehingga berusaha untuk mengakses informasi secepat mungkin. Teknologi informasi mengalami perkembangan dengan munculnya internet dan diikuti dengan hadirnya media sosial. Media sosial merupakan media yang memungkinkan setiap orang berinteraksi maupun bersosialisasi dan berkomunikasi tanpa terhalang ruang dan waktu. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. (Kaplan, Andreas, dan Haenlein, 2010) Sejak awal dibangun, media sosial diperuntukkan sebagai wadah bagi para penggunanya agar dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan bertukar informasi dan ide di komunitas dan jejaring virtual. Media sosial dalam hal ini meliputi blog, jejaring sosial, forum, dan dunia visual. Produksi informasi dan berita saat ini bukan lagi eksklusif hanya dilakukan oleh penerbit berita besar. Saat ini siapa pun bisa menjadi pembuat berita dan memberikan dampak kepada orang banyak. Begitupun dengan konsumsi informasi yang dapat dengan bebas dinikmati siapa saja melalui media digital. Media sosial sangat berperan dalam penyebaran informasi bagi masyarakat luas di semua bidang. Dalam penulisan ini, membahas penyebaran informasi di beberapa bidang saja seperti bidang bisnis, bidang pariwisata, bidang pendidikan, bidang keagamaan, kesehatan dan politik. Media sosial bisa dijadikan sebagai media promosi online di bidang bisnis dimana orang-orang dapat mengunjungi tautan yang berisi informasi mengenai produk dan lain-lain. Selain itu juga, bisa dijadikan potensi sebagai media promosi interaktif di bidang pariwisata mengenai informasi perjalanan wisata maupun paket wisata. Di bidang keagamaan media sosial bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran Islam seperti pengembangan dakwah. Selain itu juga, di bidang kesehatan media sosial bisa dijadikan sarana penyebaran informasi dalam hal konsultasi kesehatan maupun informasi kesehatan dan di bidang politik, biasanya media sosial digunakan sebagai kampanye politik untuk penyebaran informasi yang lebih efektif.

Namun, perlu diperhatikan dalam berkomunikasi atau menyebarkan informasi melalui media sosial. Karena pemerinah telah mengeluarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 yang kemudian mengalami perubahan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Dimana dalam UU ITE tersebut terdapat beberapa pasal yang berhubungan dengan penyalahgunaan penyebaran informasi elektornik.



II. METODOLOGI PENELITIAN

2.1. Landasan Teori
1. Pengertian Informasi
Hasugian berpendapat (2009), informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media. Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah kumpulan data yang telah diolah, diproses, dan dimodifikasi sehingga data tersebut memiliki arti atau makna bagi penggunanya.
Menurut Mulyanto (2009), kualitas informasi yaitu:
a. Informasi harus akurat
Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
b. Informasi harus tepat waktu
Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.
c. Informasi harus relevan
Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
2. Pengertian Media Sosial
Media sosial digunakan sebagai sarana untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun jaringan melalui media komunikasi online. Pada dasarnya media sosial merupakan perkembangan mutakhir dari teknologi-teknologi web baru berbasis internet, yang memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi, berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online, sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di blog, tweet, atau video YouTube dapat direproduksi dan dapat dilihat secara langsung oleh jutaan orang secara gratis (Zarella, 2010).
Menurut Brogan (2010) mendefinisikan Social media sebagai berikut: “Social media is a new set of communication and collaboration tools that enable many types of interactions that were previously not available to the common person”. (Sosial media adalah satu set baru komunikasi dan alat kolaborasi yang memungkinkan banyak jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia untuk orang biasa).
Menurut Purnama (2011) social media mempunyai beberapa karakteristik khusus diantaranya :
a. Jangkauan (reach)
Daya jangkauan social media dari skala kecil hinga khalayak global.
b. Aksesibilitas (accessibility)
Social media lebih mudah diakses oleh publik dengan biaya yang terjangkau.
c. Penggunaan (usability)
Social media relatif mudah digunakan karena tidak memerlukan keterampilan dan pelatihan khusus.
d. Aktualitas (immediacy)
Social media dapat memancing respon khalayak lebih cepat.
e. Tetap (permanence)
Social media dapat menggantikan komentar secara instan atau mudah melakukan proses pengeditan.
Menurut Puntoadi (2011), beberapa macam sosial media adalah :
a. Bookmarking
Berbagi alamat website yang menurut bookmark menarik minat mereka. Social bookmarking memberi kesempatan untuk share sebagai link dan tag yang mereka minati. Hal ini bertujuan agar lebih banyak orang yang menikmati apa yang kita sukai.
b. Content sharing
Melalui situs-situs content sharing orang-orang menciptakan berbagai media dan mempublikasikannya dengan tujuan berbagi kepada orang lain. Youtube dan flickr adalah situs content sharing yang sering dikunjungi oleh khalayak.
c. Wiki
Beberapa situs wiki yang memiliki berbagai karakteristik yang berbeda seperti wikipedia yang merupakan situs knowledge sharing, wikitravel yang memfokuskan diri dalam informasi tempat, dan ada juga yang menganut konsep komunitas secara lebih eksklusif.
d. Flickr
Situs milik yahoo yang mengkhususkan pada image sharing dengan kontributor yang ahli di bidang fotografi dari seluruh dunia.
e. Social network
Aktivitas yang menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh situs tertentu untuk menjalin hubungan, interaksi dengan sesama. Social networking seperti facebook, Myspace, linkedin.
f. Creating opinion
Sosial media yang memberikan sarana untuk berbagi opini dengan orang lain di seluruh dunia. Melalui sosial media ini, semua orang dapat menulis, jurnalis sekaligus komentator. Blog merupakan website yang memiliki sifat creating opinion.
Media sosial memberi manfaat yang sangat penting. Beberapa manfaat media sosial menurut Puntoadi (2011) sebagai berikut:
a. Personal branding is not only figure, it’s for everyone. Berbagai media sosial seperti facebook, twitter, YouTube dapat menjadi media untuk orang berkomunikasi, berdiskusi, bahkan mendapatkan popularitas di sosial media.
b. Fantastic marketing result throught social media. People don’t watch TV’s anymore, they watch their mobile phones. Fenomena dimana cara hidup masyarakat saat ini cenderung lebih memanfaatkan telepon genggam mereka yang sudah terkenal dengan sebutan “smartphones”. Dengan smartphone, kita dapat melihat berbagai informasi.
c. Media sosial memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen. Media sosial menawarkan bentuk komunikasi yang lebih individual, personal dan dua arah. Melaluimedia sosial para pemasar dapat mengetahui kebiasaan konsumen mereka dan melakukan interaksi secara personal serta membangun keterikatan yang lebih dalam.
d. Media sosial memiliki sifat viral. Viral menurut Puntoadi (2011) berarti memiliki sifat seperti virus yaitu menyebar dengan cepat. Informasi yang muncul dari suatu produk dapat tersebar dengan cepat karena para penghuni sosial media memiliki karakter berbagi.
3. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah undang-undang pertama di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai produk legislasi yang sangat dibutuhkan dan telah menjadi pionir yang meletakkan dasar pengaturan di bidang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik. Akan tetapi, dalam kenyataannya, perjalanan implementasi dari UU ITE mengalami persoalan-persoalan. (unj.ac.id). Kemudian Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE membahas tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada beberapa pasal
Pasal-pasal yang mengatur soal penyalahgunaan penyebaran informasi, yaitu pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 yang berhubungan dengan penghinaan/pencemaran nama baik, berbunyi: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Kemudian pasal 27 UU ITE mengalami perubahan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yaitu Ayat (1) yang berbunyi : Yang dimaksud dengan “mendistribusikan” adalah mengirimkan dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada banyak Orang atau berbagai pihak melalui Sistem Elektronik. Yang dimaksud dengan “mentransmisikan” adalah mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Eletronik yang ditujukan kepada satu pihak lain melalui Sistem Elektronik. Yang dimaksud dengan “membuat dapat diakses” adalah semua perbuatan lain selain mendistribusikan dan mentransmisikan melalui Sistem Elektronik yang menyebabkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dapat diketahui pihak lain atau publik. Dan pasal 27 ayat (3) yang berbunyi : Ketentuan pada ayat ini mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan/atau fitnah yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) (unj.ac.id).
Kemudian pasal lain yang berhubungan dengan penyalahgunaan penyebaran informasi elektronik adalah pasal 28 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 ayat (1) yang berhubungan dengan penyebaran informasi berita bohong dan ayat (2) yang berhubungan dengan penyebaran infromasi yang sengaja dan tanpa hak yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ketentuan pasal 28 ayat (1) yang berbunyi : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. Kemudian ketentuan pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) (viva.co.id).
2.2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode semi deskriptif kuantitatif yaitu penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok. Penelitian ini menilai sifat dari kondisi-kondisi yang tampak. Tujuan dalam penelitian ini dibatasi untuk menggambarkan karakteristik sesuatu sebagaimana adanya yaitu untuk menjelaskan manfaat media sosial sebagai sarana penyebaran informasi bagi masyarakat di bidang bisnis, pariwisata, keagamaan, kesehatan dan politik.


III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), disebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 mencapai hingga 82 juta jiwa. Dengan rincian, pengguna Facebook mencapai 33 juta dan menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna Facebook terbesar nomor 4 di dunia berdasarkan survei pada bulan September 2013 lalu. Sedangkan untuk pengguna Twitter, menurut data dari PeerReach, pengguna Twitter di dunia mencapai 904 juta akun. Dengan jumlah yang begitu besar, Indonesia pun turut menyumbang 6,5% atau sekitar 58,7 juta akun (bersosial.com). Berdasarkan data tersebut, banyak pengguna internet yang mendapatkan informasi dari media sosial, karena media sosial memudahkan transfer informasi masa kini secara cepat. Dalam penelitian ini, dijabarkan manfaat media sosial sebagai sarana penyebaran informasi di beberapa bidang. Di bidang bisnis, yaitu promosi lewat bisnis online. Berdasarkan kutipan berita yang dilansir dari Vivanews.com pada 17 Maret 2011, menurut survei yang dilakukan oleh Candytech pada tahun 2011, Indonesia menjadi negara terbesar kedua setelah Amerika Serikat sebagai pengguna Facebook terbanyak, yakni hampir mencapai 34 juta anggota, atau tepatnya 33.920.020 anggota. Hal Ini tentu menjadi peluang bagi mereka yang ingin mendapatkan kesempatan untuk melakukan bisnis online terbaik. Media sosial dianggap sebagai strategi jitu untuk memasarkan produk atau jasa secara online. Di twitter Lazada memiliki followers sebanyak 73,2K atau yang setara dengan 73 ribu lebih follower. Dengan banyaknya followers pada akun Lazada, hal tersebut semakin memungkinkan Lazada memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas lagi. (digitalmarketer.id). Di bidang pariwisata, media sosial dioptimalkan untuk promosi interaktif. DariToffeenet.com, pariwisata internasional mencapai angka 1 miliar. Survei menyatakan sebanyak 87% pelancong menggunakan internet untuk merencanakan perjalanan wisata mereka. Sebanyak 40% dari wisatawan mengunjungi situs jejaring sosial untuk memilih tujuan liburan berdasarkan rekomendasi dari para pengguna media sosial. Untuk Indonesia sendiri tercatat bahwa dari 247 juta orang populasi masyarakat Indonesia di tahun 2015, 24 persennya (72,7 juta) adalah pengguna internet. 92 persen dari pengguna internet di Indonesia memiliki akun media sosial Facebook. Dikutip dari detikTravel (2013), traveling sebagai prioritas kedua orang Indonesia rupanya juga dipengaruhi oleh media sosial. Tak sedikit wisatawan yang mencari ide wisata lewat Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya. 65 % wisatawan mencari ide berwisata melalui pencarian sosial. 52% Pengguna Facebook sangat dipengaruhi oleh foto-foto teman-teman dalam jaringan Facebooknya untuk menentukan tempat wisata. 33% wisatawan mengubah rencana awal mereka setelah melihat foto-foto tersebut. Dalam bidang kesehatan, seperti dikutip dari The Social Life of Health Information, di Amerika Serikat, 61% dari orang dewasa mencari informasi kesehatan lewat media sosial secara online dan 39% lainnya lewat Facebook (ummi-online.com). Sebuah media sosial kesehatan, yaitu BlablaDoctor menyediakan sarana bagi seluruh masyarakat di seluruh dunia untuk berbicara tentang kesehatan. Di BlablaDoctor ini, masyarakat dapat membentuk relasi dengan orang-orang dengan minat kesehatan yang sama. Di media sosial kesehatan ini pula masyarakat dapat meninjau pelayanan rumah sakit, berteman dengan orang-orang yang menggunakan rumah sakit yang sama, dan dengan orang-orang yang menggunakan pelayanan medis yang sama. BlablaDoctor juga memungkinkan masyarakat untuk membuat topik diskusi medis seperti yang mereka inginkan. Di bidang keagamaan, munculnya media sosial kini menjadi begitu bermanfaat khususnya bagi para pendakwah untuk pengembangan dakwah mereka. Salah satu faktor yang mendorong adanya dakwah melalui media sosial yakni karena kemudahan yang diberikan internet. Penyebaran ajaran Islam dapat dikemas secara singkat, cepat, luas, menarik dan efektif. Melakukan dakwah melalui media sosial adalah karena banyaknya masyarkat yang masih awam tentang pengetahuan agama, sehingga menjadikan para ulama berinisiatif untuk melakukan dakwah melalui media sosial dengan tujuan mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan internet sebagai suatu wadah untuk menambah ilmu pengetahuan. Beberapa pendakwah terkenal seperti Ustadz Yusuf Mansur misalnya yang menggunakan media sosial facebook dalam dakwahnya. Ustadz Yusuf Mansur biasanya hanya sekedar men-share kata-kata mutiara Islam, hadits dan kutipan ayat-ayat dalam Al-Quran kepada setiap orang yang men-like akun facebook miliknya.(zamrishabib.web.id). Ustadz Felix Siauw yang dikenal sebagai aktivis dakwah di media sosial, karena dakwahnya di salah satu media sosial yaitu twitter begitu terkenal, padat, dan berpengaruh serta menyentuh hati followernya, dimana jumlah followernya mencapai 214.22 orang (kompasiana.com). Sedangkan di bidang politik, media sosial digunakan untuk sarana kampanye politik. Hasil survei yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) menunjukan media sosial banyak menentukan pilihan mereka, terutama informasi kandidat yang disampaikan melalui WhatsApp (WA) dan Facebook. Yang mana sebanyak 23,10 persen responden menjawab sangat berpengaruh dan 30,90 persen menjawab cukup berpengaruh, hal ini menunjukkan bahwa media sosial akan menjadi bintang media baru dalam pilkada Jawa Timur. Selain itu, pada saat pemilihan Cagub-cawagub DKI Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) menempati peringkat teratas dalam volume percakapan maupun kuantitas orang yang membicarakannya di media sosial.. Pada April 2012 misalnya, Jokowi-Ahok rata-rata didukung 2.715 tweeps. Sementara peringkat kedua, ditempati cagub incumbent Fauzi Bowo bersama pasangannya Nachrowi Ramli. Dukungan buat mereka 1.642 tweeps per hari. (viva.co.id). Dengan demikian, media sosial memiliki manfaat yang sangat penting sebagai sarana penyebaran informasi. Namun, perlu diperhatikan dalam penyampaian ataupun penyebaran informasi harus hati-hati karena pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dimana terdapat aturan sanksi hukuman bagi setiap orang yang menyalahgunakan penyebaran informasi secara elektronik.


IV. KESIMPULAN

1. Media sosial merupakan suatu sarana yang sangat bermanfaat dalam penyebaran informasi bagi masyarakat misalnya di bidang bisnis, pariwisata, kesehatan, keagamaan dan politik dengan cepat dan mudah.
2. Dalam penyebaran informasi di media sosial harus bijak dan berhati-hati karena penyalahgunaan penyebaran informasi di media sosial diatur dalam UU ITE.

REFERENSI
Dewi, Kania Astri dan Fuad Gani. Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Penyebaran Informasi Studi kasus SMA Negeri 28 Jakarta dalam Kaitannya dengan Perpustakaan Sekolah, (2013) :1-10.
Brogan, Chris. Social Media 101: Tactics and Tips to Develop Your Business Online, 2010.
Hasugian, Jonner. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan: USU PRESS, 2009.
Kaplan, Andreas M and Michael Haenlein. Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media, 2010.
Kusumadewi, Anggi dan Syahrul Ansyari. Media Sosial Jurus Murah Kampanye Politik.Web.20 Juli 2012. <http://sorot.news.viva.co.id/print_detail/printing/337420-media-sosial--jurus-murah-kampanye-politik>.
Manroe,Max. Media Sosial Memudahkan Transfer Informasi Masa Kini.Web.11 Maret 2014. <https://www.bersosial.com/threads/media-sosial-memudahkan-transfer-informasi-masa-kini.6845/>.
Mulyanto, Agus. Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009.
Panduan Memanfaatkan Media Sosial untuk Bisnis Online terbaik.web.24 Maret 2015. <https://digitalmarketer.id/social-media/panduan-memanfaatkan-media-sosial-untuk-bisnis-online-terbaik>
Pradiyatiningtias, Diah. Peran Instragram dalam Menarik Minat Wisatawan Berkunjung ke Objek wisata Yogyakarta. Vol-2. Jurnal Khasanah Ilmu, (2016):1-8
Puntoadi, Danis. Menciptakan Penjualan melalui Social Media. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2011.
Purnama, Hadi. Media Sosial di Era Pemasaran 3.0. Corporate and Marketing Communication. Jakarta, 2011.
Septria, Nevita. Mengoptimalkan Medsos untuk Promosi Pariwisata.Web.17 Mei 2016. <http://m.radarbangka.co.id/rubrik/detail/perspektif/13837/mengoptimalkan-medsos-untuk-promosi-pariwisata.html>.
Sugiarto,Toto.Media Sosial Dalam Kampanye Politik.Web.29 Maret 2014. <http://nasional.kompas.com/read/2014/03/29/1153482/Media.Sosial.dalam.Kampanye.Politik>.
Syamsuriyanto. New Media dan Sosial Media dalam Dakwah.Web.23 Juni 2015. <http://www.kompasiana.com/syamsuriyanto/new-media-dan-sosial-media-dalam-dakwah-di-era-modernisasi_54f77244a333115a348b490e>.
Tim Viva.Deretan Pasal dan Ancaman Pidana bagi Penyebar Hoax.Web.21 November 2016. <http://www.viva.co.id/digital/digilife/850193-deretan-pasal-dan-ancaman-pidana-bagi-penyebar-hoax>.
Universitas Negeri Jakarta.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016.Web.Januari 2015.<http://unj.ac.id/bauk/wp-content/uploads/2015/01/2016-UU-No.-19_Informasi.pdf>.
Zamris, Habib.Peranan Media sosial dalam Pengembangan dakwah.Web.8 desember 2014. <http://www.zamrishabib.web.id/2014/12/peranan-media-sosial-dalam-pengembangan.html>.
Zarella.Bijak dalam menggunakan media sosial.Web. 2010.<https://www.journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/fipbk/article/download/3295/2991>.

PROFIL PENULIS
Yuni Fitriani, S.T, M.M, 08 Juni 1982, Lulus tahun 2003 dari program Diploma Tiga jurusan Teknik Informatika di Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta, tahun 2004 dari Program Strata I jurusan Teknik Informatika di Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta, dan Strata II jurusan Manajemen di Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta, Dosen Luar Biasa di Bina Sarana Informatika (BSI) Jakarta dan STMIK Nusa Mandiri